Thursday, September 1, 2016

The Impact of Sex Education on Sexual Activity, Contraceptive Use, and Premarital Pregnancy among American Teenagers


Summary
Sixty percent of women and 52 percent of men now in their 20s took a sex education course by age 19, according to the 1984 National Longitudinal Survey of Work Experience of Youth. Whites are more likely than either blacks or Hispanics to have had a course by that age – 57 percent compared with 53 percent and 48 percent, respectively.
                The survey also shows that large proportions of teenagers initiate coitus before they have taken a sex education course. Among young women who first have sex at age 15 for example, only 48 percent have already taken a course (i.e., have taken it at a younger age or at the same age); and among young women who first have intercourse at age 18, the proportion is 61 percent. Young men are even less likely than young women to take a course before they begin coitus – at age 15, the figure is 26 percent, and at age 18, 52 percent.
                Adolescent women who have previously taken a sex education course are somewhat more likely than those who have not to initiate sexual activity at ages 15 and 16 (though they are no more likely to do so at age 17 and 18). However, the effect of prior sex education is small, and is weaker than that of virtually every other variable found to have a significant relationship with first intercourse at ages 15-16. Among the strongest determinants of first coitus at those ages are infrequent church attendance, parental education of fewer than 12 years and black race.
                Older sexually active girls who have previously had a course are significantly more likely to use an effective contraceptive method (73 percent) than are those who have never taken a course (64 percent). This relationship may offset any effect that a sex education course may have in raising the likelihood of early first coitus, since no significant association can be found between taking a sex education course and subsequently, becoming premaritally pregnant before age 20.

Opini
Artikel ini mengevaluasi efek pemberian pendidikan seks terhadap perilaku seksual pada remaja di Amerika Serikat. Topik-topik pendidikan seks yang diangkat dalam penilaian ini adalah siklus menstruasi, tipe kontrasepsi, di mana tempat untuk mendapatkan kontrasepsi, efek kontrasepsi, dan penyakit menular seksual.
Dari data yang telah dikumpulkan, kebanyakan remaja Amerika Serikat yang berusia 20 tahunan sudah aktif secara seksual sejak umur 19 tahun. Namun banyak di antara mereka yang tidak mengambil  pendidikan seks, 48% pria dan 40% wanita. Bagi yang menunggu hingga umur 18 tahun untuk aktif secara seksual, 61% wanita dan 52% pria sudah mengambil pelajaran tentang seks. Bagi yang sudah aktif secara seksual dari 16 tahun, pada kelompok pria, persentase yang sudah mengambil pelajaran lebih sedikit. Hanya 35% yang aktif secara seksual dari umur 18 tahun, pernah mendapat pelajaran mengenai kontrasepsi (termasuk cara mendapatkannya).
Sedikit dilema mengenai materi kontrasepsi dalam pendidikan seks. Apabila materi kontrasepsi tidak diberikan, kejadian kehamilan remaja berisiko meningkat. Apabila materi kontrasepsi diberikan, dikhawatirkan akan memicu aktivitas seksual dini dan mendorong persetubuhan dengan siapa saja.
Dari artikel ini dapat dilihat bahwa setidaknya remaja yang pernah mendapat pendidikan seks menunda waktu untuk aktif secara seksual dan menyadarkan akan pentingnya penggunaan kontrasepsi untuk mencegah kehamilan usia remaja.
Untuk keberhasilan suatu program, misalkan pendidikan seks, diperlukan penilaian berkala dengan indikator dan parameter yang jelas. Dengan demikian bisa ditentukan apakah program yang bersangkutan berhasil mencapai tujuan atau tidak. Seperti dalam artikel ini, program yang dimaksud adalah pendidikan seks, dan tolok ukurnya adalah perilaku seksual remaja, penggunaan kontrasepsi, dan kejadian kehamilan usia remaja.

Referensi

Marsiglio, W dan Frank L. Mott. The Impact of Sex Education on Sexual Activity, Contraceptive Use and Premarital Pregnancy Among American Teenagers. Family Planning Perspectives Vol. 18, No. 4 (Jul. - Aug., 1986), pp. 151-154+157-162. Available at www.jstor.org/stable/2135324?seq=1#page_scan_tab_contents [Accessed at August 30th 2016]

No comments:

Post a Comment